Jumat, 04 Mei 2018

Solo Indonesia Culinary Festival 2018




pertengahan bulan April 2018 kemarin sewaktu ada acara di Solo, aku menyempatkan diri untuk mampir ke Solo Indonesia Culinary Festival 2018 yang berlokasi di area stadion Manahan Surakarta karena kebetulan aku menginap di Hotel Fave yang tidak jauh dari arena festival.
penasaran seperti apa sih Solo Indonesia Culinary Festival itu sebenarnya karena di media yang saya baca ada banyak stand yang ikut dengan berbagai jenis makanan mulai dari yang tradisional hingga modern dan ada juga stand yang menyajikan menunya secara gratis.

tidak banyak stand yang aku kunjungi tetapi ada beberapa yang aku kunjungi dan lewati, diantaranya adalah stand putu bumbung, es kepal Milo yang sedang nge-trend, ayam geprek, es alpukat kocok, jajanan kaki lima seperti sate kere, telur gulung dan cilok , pentol bakar
dan yang menurut aku cukup mengedukasi anak-anak kota di zaman now adalah stand pandhe besi atau orang yang membuat pisau, arit, pacul dan sejenisnya secara langsung dan pembeli bisa langsung membeli hasilnya saat itu juga, hebat yaa....

sedikit cerita...
tidak tahu kenapa, jika berkunjung ke Solo aku ingin sekali menikmati kota tersebut , naik becak, naik bus kota bahkan jalan kaki. dulu sewaktu pasar Klewer belum terbakar, sering aku dari terminal Kartosuro lalu naik bus kota ke pasar Klewer hanya sekedar membeli es dawet dan refreshing mata di pasar tersebut, hihihiiii..
hal yang sama sekali tidak pernah aku lakukan ketika aku di Semarang selepas lulus SMA dan mengenal motor, hehehee.....

oya, aku ke festival tersebut selepas Maghrib dengan berjalan kaki dan pulangnya separo jalan kaki separo naik becak. sayangnya aku tidak terlalu lama berada di festival  tersebut sehingga sedikit sekali foto-foto yang bisa kuabadikan , diantaranya seperti ini....
semoga di lain waktu bisa mengunjungi lagi dengan waktu yang lebih lama dan puaaas..... ^^

























enjoy ^^



Minggu, 15 April 2018

Dapur Hangus Playdate Semarang







 entah mimpi apa ketika mba 'Raisa' Ika Rahma owner Dapur Hangus yang kesohor itu mengajak aku mengadakan workshop food photography di Semarang dan tanpa punya pengalaman apapun di bidang ini langsung aja aku iyakan ajakannya itu, meskipun ini bukan workshop food photography yang pertama mbak Raisa di Semarang....

hanya berbekal nekat aja aku iyakan ajakan mba Ika waktu itu karena yang aku pikir hanyalah aku ingin punya pengalaman lain dan mengukur seberapa besar kemampuanku untuk 'berkolaborasi' atau bekerjasama dengan pihak lain

workshop food photography ini diadakan untuk penggemar food photography yang kini semakin marak di dunia maya dan sepertinya bidang ini sangat menjanjikan untuk ke depannya.
workshop ini diadakan untuk semua pengguna kalangan, baik itu pengguna Smartphone maupun kamera digital dan dengan peserta yang kebanyakan adalah para woman enterpreneur sepeti owner Khoja masakan India, Bandeng Kingdom, owner Soto Pandanaran dan beberapa lagi dan juga ada peserta dari umum atau bukan dari kalangan womanpreneur yang juga ingin belajar food photography dan eksis di dunia maya (instagram) dan alhamdulillah acara workshop food photography ini berjalan dengan lancar.


 berikut adalah foto-foto pada saat workshop foodphotograpy yang diadakan pada hari Selasa , 10 April 2018 di GiggleBox jalan Kompol Maksum no. 219 Semarang.

alhamdulillah ada pengalaman baru, teman baru, ilmu baru  dan semangat baru , terimakasih & barakallah mbak Ika Rahma untuk ilmunya dan kerjasamanya ini...
dan terimakasih untuk para sponsor yang sudah mendukung acara ini Nuanza Porcelain, Alas Foto Semarang , Dydy's Kitchen & Mbaksis Props sehingga para peserta bisa pulang dengan membawa goodiebag ^_^


semoga bisa bertemu lagi di acara workshop-workshop mendatang.... ^_^




















waitress nya Giggle yang ikut repot saat acara makan siang...
terimakasih ya mas & mbaaa....










saat praktek food photography
karena pesertanya lebih banyak dari womanpreneur, maka yang menjadi obyek bukan hanya food saja tetapi juga ada kain batik juga ^^








dan yang terakhir ini adalah foto para peserta workshop meskipun tidak lengkap karena ada yang sudah pulang...
foto dicekrek oleh pak Najib suaminya mba Ika Rahma , terimakasih ya pak Najib... ^^







enjoy ^^



Rabu, 10 Januari 2018

pantai bondo (ombak mati) ~ jepara



Jepara merupakan sebuah kota di propinsi Jawa Tengah yang mempunyai keistimewaan tersendiri, selain terkenal dengan ukirannya ternyata Jepara juga menyimpan wisata alam yang sungguh istimewa, sebut saja pantai Kartini, pantai Bandengan dengan pulau Panjangnya, benteng Portugis dan yang terkenal adalah pulau Karimunjawa.

dulu aku dan teman-teman pernah rekreasi ke Jepara tepatnya ke pantai Kartini dan pantai Bandengan serta mampir ke pulau Panjang meskipun cuma sebentar karena sudah mau tutup dan beberapa waktu lalu kami rekreasi ke Jepara lagi tetapi kali ini ke pantai Bondho  di daerah Bangsri , Jepara.
 menurut berbagai sumber, pantai Bondho ini hampir tidak berombak sehingga disebut juga pantai Ombak Mati.
pantai Bondho ini memiliki pemandangan yang bagus dan berpasir putih jadi tidak sia-sia kami berekreasi ke pantai Bondho ini.
waktu kami berkunjung ke pantai Bondho sepertinya belum ada retribusi parkir , jadi masih gratis dan menurut para penjual di area pantai tersebut pantai ini ramai di hari Sabtu hingga Minggu dan itu terbukti ketika kami datang di hari Sabtu tengah hari yang datang berkunjung kebanyakan para ABG yang menghabiskan waktu malam minggunya bersama pasangan di pantai ini.























































 enjoy ^^