Tampilkan postingan dengan label fotografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fotografi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 April 2018

Dapur Hangus Playdate Semarang







 entah mimpi apa ketika mba 'Raisa' Ika Rahma owner Dapur Hangus yang kesohor itu mengajak aku mengadakan workshop food photography di Semarang dan tanpa punya pengalaman apapun di bidang ini langsung aja aku iyakan ajakannya itu, meskipun ini bukan workshop food photography yang pertama mbak Raisa di Semarang....

hanya berbekal nekat aja aku iyakan ajakan mba Ika waktu itu karena yang aku pikir hanyalah aku ingin punya pengalaman lain dan mengukur seberapa besar kemampuanku untuk 'berkolaborasi' atau bekerjasama dengan pihak lain

workshop food photography ini diadakan untuk penggemar food photography yang kini semakin marak di dunia maya dan sepertinya bidang ini sangat menjanjikan untuk ke depannya.
workshop ini diadakan untuk semua pengguna kalangan, baik itu pengguna Smartphone maupun kamera digital dan dengan peserta yang kebanyakan adalah para woman enterpreneur sepeti owner Khoja masakan India, Bandeng Kingdom, owner Soto Pandanaran dan beberapa lagi dan juga ada peserta dari umum atau bukan dari kalangan womanpreneur yang juga ingin belajar food photography dan eksis di dunia maya (instagram) dan alhamdulillah acara workshop food photography ini berjalan dengan lancar.


 berikut adalah foto-foto pada saat workshop foodphotograpy yang diadakan pada hari Selasa , 10 April 2018 di GiggleBox jalan Kompol Maksum no. 219 Semarang.

alhamdulillah ada pengalaman baru, teman baru, ilmu baru  dan semangat baru , terimakasih & barakallah mbak Ika Rahma untuk ilmunya dan kerjasamanya ini...
dan terimakasih untuk para sponsor yang sudah mendukung acara ini Nuanza Porcelain, Alas Foto Semarang , Dydy's Kitchen & Mbaksis Props sehingga para peserta bisa pulang dengan membawa goodiebag ^_^


semoga bisa bertemu lagi di acara workshop-workshop mendatang.... ^_^




















waitress nya Giggle yang ikut repot saat acara makan siang...
terimakasih ya mas & mbaaa....










saat praktek food photography
karena pesertanya lebih banyak dari womanpreneur, maka yang menjadi obyek bukan hanya food saja tetapi juga ada kain batik juga ^^








dan yang terakhir ini adalah foto para peserta workshop meskipun tidak lengkap karena ada yang sudah pulang...
foto dicekrek oleh pak Najib suaminya mba Ika Rahma , terimakasih ya pak Najib... ^^







enjoy ^^



Rabu, 17 Februari 2016

jajanan review : soto ayam berkah ~ sisingamangaraja





ceritanya pas libur kemarin pengen ngajakin Ibunda sarapan di luar karena memang sebenernya Ibunda pengen nyobain soto ayam yang ada di jalan Sisingamngaraja.

duluuuu.... sekali aku pernah membeli soto ini , lumayan enak sih menurutku cuma porsinya terlalu sedikit .
entah karena aku yang makannya banyak atau karena memang triknya penjual kasih porsi yang kecil supaya pembeli nambah lagi karena menurut aku kuahnya lebih banyak daripada nasinya  , heheheee...
pokoknya menurut aku, soto ayam Berkah yang letaknya di jalan Sisingamangaraja dekat kantor Departemen Agama ini tidak mengecewakan untuk sarapan , ditambah lagi tempe gorengnya sangat tipis sehingga kriuk-kriuk ketika dinikmati (tempe mau dimasak apapun aku pasti suka karena aku penggemar berat tempe)


🍜   Soto Ayam Berkah
✉   Jl. Sisingamangaraja (sebelah Departemen Agamaa) Semarang





enjoy ^^



Selasa, 15 Desember 2015

pasar Johar , kini....



pasar Johar yang beberapa bulan lalu (kalau tidak salah pertengahan tahun 2015 ini) terbakar habis, kini hanya tinggal kenangan...
sebuah pasar tradisional yang boleh dibilang terbesar dan terlengkap di Semarang dan menjadi ladang nafkah untuk banyak pedagang dari Semarang dan sekitarnya itu terbakar habis nyaris tak tersisa..
sangat memprihatinkan memang karena peristiwa terbakarnya pasar tradisional ini terjadi hampir beruntun dengan pasar Klewer di Solo dan pasar tradisional-pasar tradisional lain di Indonesia...
entah apa penyebab dari terbakarnya pasar-pasar tradisional di Indonesia yang menjadi ladang mencari nafkah bagi banyak pedagang itu, sehingga tidak sedikit dari mereka yang cukup dirugikan dengan peristiwa terbakarnya pasar tradisional ini, apalagi terbakarnya pasar Johar ini waktunya mendekati tahun ajaran baru dan lebaran, dimana banyak pedagang yang sudah belanja atau kulakan untuk menghadapi 2 momen penting tersebut tetapi belum sempat memasuki 2 masa tersebut dagangan yang diharapkan bakal mendatangkan banyak rejeki itu habis tak tersisa sama sekali...

namun itulah hidup manusia yang hanya bisa berencana tetapi pada akhirnya Allah Sang Pencipta lah yang menentukan semuanya...
jika memang sudah menjadi rejekinya tidak akan pernah pergi tetapi jika belum menjadi rejekinya, meskipun sudah ada di depan mata takkan pernah bisa menjadi milik manusia....

semoga Allah swt memberi kekuatan , ketabahan dan rejeki yang tiada batas untuk para pedagang yang telah kehilangan segalanya akibat terbakarnya pasar tradisional tersebut, amiiin....
 * barakallah untuk semua pedagang yang telah kehilangan kios dan dagangannya terutama pedagang pasar Johar... *


di bawah ini sebagian dari sudut pasar Johar yang aku ambil dari lantai 3 tempat parkir di daerah Kanjengan , dimana lokasi tersebut kini menjadi lahan bagi sebagian pedagang dari pasar Johar untuk memulai aktifitasnya kembali.

sayangnya gambar ini aku ambil dengan kamera hp karena tidak tahu jika dari tempat tersebut dapat melihat sebagaian sudut pasar Johar.







barang dagangan yang terbakar pun bisa juga dijual kembali dengan harga yang berbeda, yang penting semuanya bisa menjadi uang.







dan..... peristiwa inilah yang membuat aku terharu....
di sela-sela menanti pembeli dan sebagian barang dagangannya telah habis terbakar, bapak penjual ini melantukan ayat suci Al Quran untuk semakin mendekatkan diri pada Illahi Rabbi usai menjalankan shalat Dhuhur.





^^


Jumat, 28 Agustus 2015

ayam-ayam



ini adalah ayam yang biasa dijual di sekitar sekolahan atau di pasar atau dimana saja terutama yang ada anak kecilnya dengan harga Rp. 10.000,-/3 biji.
jenis ayamnya tidak selalu sama, ada yang ada pedaging, ayam potong atau ayam broiler, tergantung nasib kita saat membeli dan memilih warnaya, hehehee....

awalnya 3 ekor ayam ini dibeli oleh keponakan terkecilku si Anhar sewaktu les mengaji dan pada saat pelajaran berlangsung, ke-3 ayam ini disimpan di dalam tasnya, hadeeeeehhhhh...... alhamdulillah ayamnya tidak mati.





seiring berjalannya waktu, yang awalnya 3 ekor ayam kemudian menjadi 2 ekor  (hijau dan kuning) karena sering digendong-gendong karena suka dengan warna-warninya, maklumlah, namanya juga anak-anak....

dari 2 ekor ayam ini, ketahuan yang satu adalah ayam pedaging, jadi baru sekitar 2 bulan saja tubuhnya sudah gemuk sekali dan susah bernafas karena setiap kali bernafas selalu berbunyi seperti orang yang sesak nafas atau asma, hihiii...


















karena memang kami hanya suka memelihara tanpa mau memanfaatkan hasilnya, jadi ayam-ayam tersebut kami pelihara sampai mereka meninggal sendiri bukan kami sembelih untuk diambil dagingnya, sehingga karena mungkin sudah waktunya untuk dipotong tetapi tidak kami potong, akhirnya ayam yang berwarna hijau pun mati dan tinggallah yang berwarna kuning sendiri sampai sekarang...

sewaktu lebaran kemarin sampai saat ini pun, setiap orang yang melihat ayamku, pasti bertanya 'koq ayamnya enggak dipotong?' heheheee....






^^



Minggu, 15 Februari 2015

learn photography : donut


foto donat ini adalah foto belajarku karena kebetulan bulan ini ada event di NCC Food Photography dengan challenge #1 donat dengan ketentuan tentunya obyek foto adalah donat tapi boleh donat beli atau bikin sendiri atau dikirimin temen, tetangga, sodara dan lain-lain, yang penting donat, heheheee....




foto ini aku ambil sepulang kerja, jadi hampir maghrib dan dapet donat dari beli di penjual jajanan keliling langganan.








Jumat, 18 Juli 2014

tahun baru & belajar motret



ini sih edisi belajar motret kembang api dengan kamera pocket karena memang aku baru punya kamera pocket, hiiikss....
dan semoga hasilnya tidaklah buruk amat... # maksa #

peristiwa ini sebenernya udah cukup lama, yaitu pas akhir tahun 2013 lalu dan aku mengambil gambarnya dari daerah Radar begitu kami biasa menyebutnya karena jika akhir tahun berada di radar, akan terlihat pesta kembang api se kota Semarang, mulai dari Semarang atas hingga Semarang bawah termasuk kawasan Jangli Golf, meskipun untuk daerah Semarang atas pandangan agak terhalang pepohonan dan rumah tingkat, tapi lumayanlah.... nggak perlu repot-repot turun ke kota Semarang atau ke Semarang atas berdesakan dan macet tentunya, cukup ke daerah Radar aja 3 menit dari rumah, hehehee....

berikut foto-foto suasana tahun baru di Semarang dengan kerlap kerlip lampu di daerah Semarang bawah yang aku ambil dari daerah radar Semarang atas...